Selasa, 04 Maret 2014

Namaku Faris Arrofi’ Putra. Panggil saja aku Paris. Aku ingin bercerita tentang sebuah kisah cinta--kisah cintaku sendiri tentunya. Aku punya sebuah prinsip: Jika kita tidak dapat menuliskan kebahagiaan, setidaknya kita dapat menghapus kesedihan. Bersama semilir angin malam, menusuk sendi-sendi gelisahku, teringat isyarat hati—sedih. Rindu, kasih sayang, cinta dan kebencian.
Betapa tidak mati-matian aku perjuangkan—demi cinta. Selama kurang lebih 6 bulan bersamanya. bagaimana aku mengenalnya, hal yang serupa disaat itu--cintaku akhirnya yang terpilih. Begitu indah rasa-nya… sekian lama tak ku kenal wanita, akhirnya ku temukan wanita yang mencintaiku.
Bersama gemuruh ombak di lautan seakan mengisyaratkan betapa tuhan begitu detail menciptakanya, hal itulah yang senada dengan keadaanku, laki-laki yang begitu lugu tak tau apa-apa—bisa mendapatkan seorang wanita yang cantik jelita, dialah pujaan hatiku—Mayang Sari Saputri, namanya.

Kamis, 09 Juni 2011


Buka Aplikasi 3D

Buka pekerjaan yang terakhir dikerjakan.

Klik tombol Animate.

Klik bola Ping-Pong dalam viewport.

Pada Main toolbar, klik Select and Move.

Jika sumbu z berwarna kuning
pindahkan bola Ping-Pong ke atas. (Baru saja menentukan key untuk bola Ping-Pong pada frame 0)

Geser time slide ke frame 15, lalu pindahkan bola ke bawah keatas meja. (Gunakan kotak dialog Transform Type-In untuk menempatkan bola secara tepat diatas meja).

Klik kanan Select and Move (memunculkan kotak dialog Transform Type-In)

Masukkan nilai = 0'2" untuk sumbu Z (Menempatkan bola tepat di atas meja).

Tutup kotak dialog Transform Type-In.

Pastikan bola masih dalam keadaan terpilih./Tekan SHIFT. Pada track bar, clone/copy key dari frame 0 ke frame 30.

Tekan Play untuk memainkan animasi.

Pada time controls, klik Time Configuration.

Pada kotak dialog Time Configuration, tentukan end time = 30.

Mainkan animasi. Bola bola bergerak naik turun.

Mengatur pergerakan bola agar terlihat lebih realistis perlu mengatur Interpolasi.

Dari views menu. klik Show Ghosting.

Pindah ke menu Customize > Preferences > tab Viewports, lalu ganti Ghosting Frames menjadi 4 dan Display Nth Frame menjadi 4.

Pilih bola lalu geser time slider ke frame 14.
Mainkan Animasi.

Mengatur inbetweens, klik-kanan key track bar pada frame 14. Dari menu pilih Bola Ping-Pong Position.

Ganti nilai In untuk keyframe 2 menjadi Fast In.

Ganti nilai Out pada keyframe 2 menjadi Fast Out.

Gunakan tanda panah pada kotak dialog, ganti keyframe 2 menjadi keyframe 1.

Ganti interpolasi Out pada keyframe 1 menjadi Slow Out.
(Hal ini membuat bola menggantung/berhenti sejenak di udara sebelum molai to descend)

Ganti interpolasi In pada keyframe 1 menjadi Slow In.

Lanjutkan pada keyframe 3 lalu tentukan nilai In menjadi Slow In.

Masih pada keyframe 3, ganti interpolasi Out menjadi Slow Out.

Mainkan Animasi.
(Sekarang bola memantul dengan benar).

Tutup Jendela bola Ping-Pong Position.

Non-aktifkan tombol animate.

Klik menu Rendering.
Pilih menu Render.
Atur Time Output pada Active Time Segment:0 To 30 atau Range: 0 To 30.
Pilih Output Size 640x480.
Pilih tombol Files...
Beri nama masing-masing.
Pastikan formatnya adalah *.avi
Atur compressor: pada default yang ada (Cinepak Codec by Radius)
Klik OK.
Tentukan jenis tampilan pada Viewport: Perspective.
Lalu klik tombol Render.

Simpan pekerjaan dengan nama masing-masing, pastikan format pada *.max


Senin, 06 Juni 2011



Buka Aplikasi 3D

Buka pekerjaan terakhir.

Pilih File > Reset.
Pilih Yes

Buat kotak dalam viewport Perspective.

Putar viewport Perspective dengan cara tekan ALT dan tombol tengah mouse, atau dengan cara memutar viewport menggunakan tombol Arc Rotate dalam Viewport Navigation controls.

Perbesar atau perkecil gambar menggunakan tombol zoom, atau tekan CTRL+ALT dan tombol tengah mouse.

Dari Customize menu, pilih Units Setup.

Pilih US Standard lalu klik OK.

Klik Modify panel.

Ganti ukuran meja menjadi panjang 9 feet, lebar 5 feet tebal 0.2 feet.

Pada rollout Name and Color, Ganti nama object menjadi Meja Pingpong.

Tekan G untuk menyembunyikan grid.

Tekan M untuk membuka Material Editor.

Pada Material Editor, ganti nama material pertama in the top row Meja Pingpong

Seret/drag Material Editor ke meja.

Meja Ping-Pong biasanya berwarna hijau dengan strip putih. Tambahkan texture map ke dalam diffuse channel untuk membuat meja menjadi seperti meja Ping-Pong yang sebenarnya.

Klik kotak abu-abu disisi label Diffuse.

Pada Material/Map Browser, klik Bitmap lalu Ok.

Pada kotak dialog, cari folder "Bahan Share" dan temukan file pooltopb.jpg yang sebelumnya dibuat pada photoshop atau coreldraw dengan ukuran yang sama dengan meja pingpong.
Pilih tombol Open.

Bitmap image ditampilkan pada sample sphare dalam Material Editor.
Pada Material Editor, klik Show Map In Viewport.

Sesuaikan tiling pada Material Editor dengan cara meng-klik tanda panah spinner. Tentukan nilai U dan nilai V hingga memenuhi meja pingpong.

Jika menjalankan Software Z Buffer, perlu mengaktifkan Texture Correction. Jika texture tampak distorsi lakukan hal di bawah ini:

Klik kanan pada label Perspective Viewport, lalu pilih Texture Correction.

Tutup Material Editor.

Pada Objects tab, klik tombol Sphere.

Klik panel Create, Tombol Sphere berubah menjadi hijau.

Dalam panel/Create, aktifkan Autogrid.

AutoGrid membantu membuat sphare langsung diatas meja Ping-Pong.

Di bagian bawah rollout Parameters, aktifkan Base To Pivot.

Pindahkan kursor keatas meja.
Muncul icon menampilkan point untuk bola.

Seret/drag bola ke atas meja.

Pada rollout Sphere Parameters, ganti radius pada bola = 0.4' dan segment = 18.

Ganti warna object bola Ping-Pong dengan warna yang sesuai.
Dan ganti label nama Sphare01 menjadi Bola Ping-Pong.

Pada Objects tab, klik tombol Box.

Pada Perspective viewport, buat box dengan ukuran kira-kira length = 2 inc, width = 5 feet dan height = 6 inch.

Matikan AutoGrid
Posisikan box ditengah dan diatas meja.

Klik Arc Rotate, lalu putar view untuk mencari posisi yang terbaik.

Pilih Box01. Pada panel Modify, ganti nama menjadi net.

Tekan F3 untuk mengaktifkan wireframe mode.

Ganti segment width = 30, segment height = 4 dan segment lenght = 1.

Tekan F3 untuk mengembalikan Perspective viewport menjadi shaded mode.

Tekan M untuk membuka Material Editor.

Pilih blank material dan beri nama net.

Pada rollout Shader, aktifkan Wire.

Klik Assign Material To Selection.

Klik color swatch, disebelah Diffuse, lalu pilih warna dalam Color Selector untuk mengganti
warna material net sesuai dengan keinginan.

Coba tambahkan nilai Self-Ilumination. Pada Self-Ilumination, klik label Color. Muncul kotak masukan numerical text.
Klik label Color untuk menampilkan kotak masukan numerical text.

Ganti nilai Self-Ilumination = 10.

Simpan sebagai file nama masing-masing dan pastikan format penyimpanan adalah *.max

Pilih menu Rendering > Render.
Pada Time Output pilih Single.
Pada Output Size pilih 640x480.
pada viewport pilih Perspective.
Klik tombol Render.

Klik icon disket.
Beri nama masing-masing, pasitkan format penyimpanan adalah *.jpg



Buka Aplikasi CAD

Buka pekerjaan terakhir.

Dengan cara yang sama seperti membuat lubang kusen pintu buat kotak pelubang untuk kusen jendela misal ukurannya @2,1.5

Duplikat pelubang jendela dan letakkan pada tempat-te
mpat jendela yang akan dilubangi.

Untuk lubang pada kusen jendela, harus diatas lantai, untuk itu pindahkan kotak pelubang dengan perintah Move setingi 1.

Klik ikon Move.
Klik pada semua kotak pelubang lalu Enter.
Klik pada salah satu ujungnya.
ketik @0,0.1

Lubangi dinding dengan menggunakan perintah Subtract, antar dinding dengan kotak pelubang tersebut.

Klik ikon Subtract
Klik dinding lalu Enter.
Klik semua kotak pelubang lalu Enter.

Menggambar Lantai

Ubah pandangan menjadi Top View, Kemudian buat lantai dengan Rectangle dan beri ketebalan -0.6.

Klik ikon Rectangle
Klik ujung dinding atas
Klik ujung dinding bawah (secara diagonal).

Klik ikon Rectangle
Klik OS Snap From
Klik ujung dinding atas
Ketik @1.0 lalu Enter
Klik OS Snap From
Klik ujung dinding bawah (secara diagonal).
Ketik @-1,1 lalu Enter.

Ekstruksikan lantai, teras dan kotak pengurang.

Klik ikon Extrude
Klik pada lantai, teras dan kotak pengurang lalu Enter
Ketik 0.2 lalu Enter dua kali.

Kurangkan antara lantai dan kotak pengurang dengan Subtract.

Klik ikon Subtract
Klik lantai dan teras lalu Enter.

Menggambar Kolom Teras

Buatlah kolom dengan Rectangle dengan ukuran @0.3,0.3 dan letakkan di ujung teras kemudian beri ketinggian 4.

Simpan pekerjaan dengan nama masing-masing. pastikan format penyimpanan adalah *.dwg

Kamis, 26 Mei 2011



Buka Aplikasi 3D

Pada Front Viewport, tekan W pada keyboard.

Pada prompt line, Aktifkan 3D Snap Toggle atau tekan S

Pada tab Shapes, klik Line

Pastikan grid ditampilkan di dalam front viewport. Jika belum tekan G.

Gambar profile dari bentuk botol dalam front viewport.

Mulai dari bagian bawah botol. Klik untuk menempatkan titik pertama.

Jika pindah melintasi grid, muncul snap icon berwarna biru, menangkap titik persilangan garis pada grid.

Ketika menempatkan titik kedua, tekan dan seret/drag untuk membentuk kurva.

Klik untuk membuat titik ketiga.

Takan dan seret/drag untuk membuat titik ke empat.

Klik untuk menentukan tiga titik terakhir.

Untuk meng-edit spline, aktifkan Sub-Object > Vertex.

Coba menggeser vertek pada spline untuk membentuk kurva dan smooth irregularities.

Pada titik yang anda tekan dan seret/drag, akan muncul Bezier handles. Anda dapat menggeser handles untuk merubah bentuk kurva.

Tekan S untuk mematikan Snap.
Matikan SUb-Object.
Tekan F3 untuk mengganti Perspective View Shadding menjadi Smoot+Highlights.

Pada panel Modify, klik Lathe.

Gulung ke bawah rollout Parameters. Pada area Align, klik tombol Max.

Jika botol muncul tidak sesuai dengan bentuknya gulung ke bagian atas rollout Parameters lalu aktifkan Flip Normals.

Pilih File > Save As.
Simpan hasi kerja dengan nama masing-masing botol, dan pastikan format penyimpanan adalah *.max.


Klik menu File > New
Tandai New All
Klik Ok.

Buka file yang dikerjakan pada pertemuan sebelumnya.

Pilih menu File > Merge
Pilih file botol yang baru dibuat dan klik open.
Pada jendela Merge pilih botol/line.
Klik Ok.

Letakkan posisi botol di tengah buah jeruk dan apel.
Gunakan Skala untuk mengecilkan/membesarkan botol.

Aktifkan sample slot terakhir di sudut kanan-bawah Material Editor.

Klik Pick Material from Object, icon eyedropper.

Klik botol dengan cursor eyedropper.

Pada rollout Maps, pilih channel bump dengan cara meng-klik label None.

Pada kotak dialog Materials/Map Browser, pick Dents.
Di dalam rollout Dent Parameters, tentukan Size untuk dents = 22 dan strenght =5.

Pada slot Sample Material Editor.
Klik tombol Standard dan pilih Raytrace.

Ganti warna Diffuse menjadi warna hijau tua/forrest green.

Raytrace Transparency dan Reflectivity ditentukan oleh color Swatch. Tentukan warna Transparency menjadi abu-abu/gray R119 G119 B119

Ganti dinding belakang dengan Material Concgren.jpg

Lakukan Render
Klik menu Rendering > Render
Pilih TIme Output Single
Pilih Output Size 640x480
Pastikan viewport pada Camera01 dan klik tombol Render

Klik ikon Disket pada Jendela Camera01, beri nama masing-masing, dan pastikan format penyimpanan adalah *.jpg.


Buka aplikasi AutoCAD
Buka pekerjaan sebelumnya.

Pastikan masih bekerja pada
layer Atap.

Memberikan ketinggian dan
kemiringan pada denah atap,
jika menghendaki sudut
kemiringan atap 30 derajat
maka sudut extrude adalah
60 derajat. (Sudut Extrude
60 derajat didapat dari
90 derajat - 30 derajat).
Stelah itu denah atap di
extrude stinggi 3.6
(tinggi atap) dan
sudut 80 (sudut Extrude)
dengan cara:

Klik icon Extrude.
Klik pada garis atap
lalu Enter.
Ketik 3.6 lalu Enter
Ketik 60 lalu Enter.

Langkah berikutnya buat
3 kotak pengurang dengan
perintah Rectang, jarak
sesuai dengan tritisan
yang dibuat.

Kotak pengurang ke-1
klik icon rectang
Klik ujung kiri atap
Klik OS Snap From
klik pada ujung kanan
Ruang Tidur
Ketik @-1,-1 lalu Enter.

Kotak pengurang ke-2
Klik icon Rectangle
Klik ujung kanan atap
Klik OS Snap From
Klik pada ujung kiri
ruang tidur.
Ketik @1,-1 lalu Enter.

Kemudian Extrude ketiga
kotak tersebut dengan
tinggi 4 dan sudut -60
Caranya:
Klik icon Extrude
Klik pada tiga kotak
pengurang lalu Enter
Ketik 4 lalu enter.
Ketik -60 lalu Enter.

Lalu kurangi atap dengan
ketiga kotak yang telah
dibuat, gunakan perintah
Subtract, Caranya:

Klik icon Subtract
Klik garis atap lalu Enter.
Klik garis 3 kotak lalu Enter.

Ubah pandangan menjadi SW
Isometri. Kemudian pindahkan
atap ke atas setinggi 4
gunakan perintah Move
(ingat yang diisi sumbu Z)
@0,0,4 caranya:

Klik icon Move
Klik atap lalu Enter.
Klik pada ujung atap
(gunakan OS End Point)
Ketik @0,0,4 lalu Enter.

Menggambar lubang pintu
dan Jendela.

Sebelumnya matikan layer
atap dan ubah pandangan
menjadi tampak atas (Top).
Selanjutnya membuat lubang
di dinding untuk kusen pintu.
Caranya buat kotak pelubang
dengan ukuran @1.02,0.3
kemudian beri keinggian 2.5
(dengan Extrude) lalu kopikan
masing masing letak pintu yang
akan dibuat.

Rubah pandangan Top Aktifkan
layer Dinding
klik Rectangle.
Klik sembarang tempat
Ketik @1.02, 0.3 lalu Enter.

Klik icon Extrude
Klik kotak yang baru dibuat
Ketikkan 2.5 lalu Enter dua
kali.

Pindahkan dan gandakan kotak
pelubang ke lokasi letak-letak
pintu yang akan dibuat.

Klik icon Subtract
Klik Dinding lalu Enter
Klik kotak-kotak pelubang
pintu lalu Enter

Simpan pekerjaan dengan nama
masing-masing, pastikan format
penyimpanan adalah *.dwg

Kamis, 19 Mei 2011



Buka aplikasi 3D
Buka pekerjaan yang terakhir dikerjakan.

Pilih buah apel di dalam Camera Viewport.
CTRL + klik kanan pada buah apel
Pilih Isolate Tool.

Pada tab Objects, klik Cylinder.

Beralih ke panel Modify > rollout Obeject Type.
Aktifkan AutoGrid.

Di dalam Top viewport, geser cursor keatas buah apel.
Geser keluar cylinder pada bagian atas buah apel.
Ganti warna cylinder menjadi hijau lalu beri nama = stem.

Pada rollout Parameters untuk cylinder, tentukan nilai Radius=1, Height=24, Height Segments=12

Pada rollout Object Type, matikan AutoGrid

Pada tab Modifier, klik Bend.

Pada rollout Paramaters, sesuaikan sudut tekuk pada tangkai apel, Plus atau Minus 90.

Pada kotak dialog Isolated, klik eXit Isolation.

Pilih menu File > Save As.
Beri nama masing-masing, dan pastikan format penyimpanan adalah *.max.
Klik tombol Save.

Pilih menu File > Reset? pilih tombol Yes.

Klik menu File > Open.
(cari file Still_life0.max yang terdapat pada folder Network Share Bahan atau bisa di dapatkan pada flashdisk yang disediakan).
Klik Open.

Klik menu File > Merge.
(cari file tangkai apel yang baru dikerjakan)
Klik Open.
Klik tombol All, lalu OK.

Rubah tampilan Perspective viewport menjadi Camera01 viewport.

Tekan M pada keyboard.
Klik kanan pada sampel material dan pilih 5x3 sample windows.

Seret dan drag sample material bernama shiny apple ke object apel.

Cek Redering > Render.
Pilih pada Viewport: Camera01 dan pilih tombol Render.

Tutup jendela sampel frame.

Jalankan Animasi yang pernah dibuat sebelumnya dengan menekan tombol Play.

Klik drag track ball pada 50/160 ke 100/160, dan pindahkan track 80/160 ke 140/160.

Lakukan Rendering.
Pilih menu Rendering > Render.

Pilih Time Output pada Active Time Segment 0 To 160, atau Range: 0 To 100.

Pilih Output Size 640x480
Klik tombol Files...
Beri nama masing-masing, dan pastikan formatnya adalah *.avi.
Klik tombol Save.

Pada jendela Video Compression, biarkan Compressor pada settigan default (Cinepak Codec by Radius), lalu klik OK.

Pastikan viewport; Camera01, lalu tekan tombol Render.


Setelah selesai, hilangkan animasi yang ada, untuk membuat animasi baru.

Pilih menu File > New
Pilih No.
Tandai Keep Objects and Hierarchy.
Gerakkan roll track animasi untuk memastikan animasi sebelumnya telah dibuang.

Pindahkan Roll Track animasi pada posisi 0/160.
Klik icon Time Configuration rubah nilai Lengt atau End Time menjadi 90.
Klik Ok.

Roll Track Animasi saat ini pada posisi 0/90.
Buat tampilan Camera01 menjadi satu ruang dimana terlihat buah jeruk, apel dan tangkainya serta billboard nama.

Pindahkan buah jeruk dan apel pada posisi terbaik.
Tekan H pada keyboard.
Pilih Apel dan tekan shif untuk memilih stem.
Tekan select dan pindahkan dengan move.

Jika tampilan telah sesuai.
Tekan tombol Animate.
Geser Roll Track Animasi ke 40/90 pilih buah jeruk, klik kanan pada buah jeruk lalu pilih Rotate.
Putar buah jeruk secukupnya berlawanan dengan arah jarum jam.

Tekan tombol H.
Pilih apel dan stem.
Klik tombol select.
Klik kanan pada apel dan pilih Rotate.
Putar buah apel dan stam secukupnya searah jarum jam.

Nonaktifkan tombol Animate.
Coba jalankan Animasi.

Tekan Ctrl + Shift dan pilih bola abu-abu di awal trak dan geser ke 70/90.
Ulangi langkah ini untuk objek buah jeruk juga.

Pilih Menu Rendering > Render.
Tandai Acitve Time Segment 0 To 90.
Pilih 640x480.
Klik tombol Files...
Beri nama masing-masing, pastikan formatnya adalah *.avi.
Klik tombol Save.
Biarkan settingan Video Compression pada settingan default.
klik Ok.

Pastikan viewport pada Camera01, dan klik tombol Render.

Simpan pekerjaan dengan nama masing-masing, pastikan format penyimpanan adalah *.max.




Buka aplikasi CAD
Buka pekerjaan yang terakhir di kerjakan.

Buat sebuah layer Dinding, dan aktifkan layer dinding.

Klik ikon Offset
Ketik 0.075 (setengah tebal dinding) lalu Enter.
Klk garis as lalu klik keluar.
Klik garis as lalu klik ke dalam.

Pastikan masih aktif pada layer Dinding.

Klik ikon Extrude
Klik garis dinding (luar maupun dalam) lalu Enter.
Ketik 4 lalu Enter dua kali.

Ubah pandangan menjadi South West Isometeri.
Pilih menu View > 3D views > SW Isometri.
Pilih menu View > Hide.

Perhatikan pada dinding ruang tamu, dindin ruang keluarga, dan dinding samping yang belum dapat di Extrude karena dibuat oleh line.

Ulangi untuk dindin ruang tamu, ruang keluarga dan dininding samping dengan rectangle, lalu di extrude kembali.

Klik ikon Subtract
Klik garis dinding luar lalu klik kanan.
Klik garis dinding dalam lalu klik kanan.

Lakukan hal sutrract pada tiap-tiap ruang dan gunakan perintah Hide setiap kali men-subtract supaya terlihat ruang-ruang mana yang sudah berlubang dan yang belum berlubang.

Gabungkan semuanya dengan perintah Union.

Klik ikon Union
Klik semua obyek
Tekan Enter.

Buatlah teras dengan menggunakan Rectang, sebelumnya ubah pandangan menjadi tampak atas (Top View).

Menggambar atap limasan dengan tritisan 1 M

Buat layer baru dengan nama Atap.
Aktifkan layer Atap.

Buat garis bantu (gunakan Line) dari ujung teras dan ujung ruang tidur serta berpotongan dititik B.

Buatlah denan atap dengan menggunakan perintah Rectangle, melompat (gunakan OS Snap From) dari titik A (ujung dinding terluar) sebesar @-1,1 dan melompat dari titik B sebesar @1,-1.

Klik Rectang
Klik OS Snap From
Klik titik A.
Ketik @-1,1 lalu Enter
Klik OS Snap From
Klik titik B.
Ketik @1,-1 lalu Enter.

Simpan pekerjaan dengan nama masing-masing, pastikan format penyimpanan adalah *.dwg.

Rabu, 11 Mei 2011


Buka Alikasi Cad 2D
Buka pekerjaan terakhir.

Aktifkan Layer As.
Pilih warna merah untuk gambar baru.

Buat sebuah Rectangle pada area kosong.

Klik ikon Rectangle
Klik pada area gambar
Ketik @3.5,3 lalu Enter.

Klik ikon Rectangle
Klik pada titik A
Ketik @2,1.5

Klik ikon Rectangle
Klik pada titik B
Ketik @3.5,3 lalu Enter.

Membuat garis dengan perintah Line, melompat dari garis sejauh 0.5, gunakan Snap From.

Klik ikon Line
Klik OS Snap From
Klik pada titik sudut C.
ketik @0,0.5 lalu Enter
Ketik @3.5,0 lalu Enter.

Kerjakan denah disamping sesuai dimensi ukuran yang ada (denah pada layer as) dan (dimensi pada layer dimensi).


Buka aplikasi 3D
Buka pekerjaan terakhir yang dikerjakan.

Pada Front viewport, pilih buah jeruk.

Pada panel Modify > Rollout Parameters. kurangi diameter buah jeruk sehingga tersedia ruang yang cukup untuk buah satu lagi.
Ganti menjadri Radius = 30

Klik-kanan pada buah jeruk lalu pilih Move.

Pindahkan buah jeruk ke kiri lalu ke bawah sehingga berad di sebelah kiri slab, sediakan ruang untuk buah satu lagi.

Di dalam Top viewport, perbesar gambar hingga slab memenuhi vieport.

Tekan SHIFT

Pada Camera viewport, pilih lalu geser buah jeruk ke kanan.

Pada jendela Clone Options ketik apple pada bagian Name:
Klik OK untuk melengkapi proses copy.

Tekan M untuk membuka Material Editor.
Perbesar sampel area dengan klik-kanan pada sample slot. Pilih 5x3

Pilih Sample material yang masih kosong (contoh Material #3)
Pada Rollout Blinn Basic Parameters pilih tombol abu-abu disebelah Diffuse:
Pada Material/Map Browser pilih Bitmap dan klik OK.
Cari folder dengan file AppleTex.jpg lalu klik Open.

Dari material Editor klik drag atau klik icon Assign material to Selection jika objek buah hasil duplikat terpilih.
Cek material dengan menekan tombol F9.

Pilih buah apel
Buka Displah panel lalu klik Hide Unselected.

Pada viewport navigation controls, klik Zoom Extents All.

Tekan CTRL+klik kanan pada object lalu pilih Isolate Tool.

Pada tab Modifiers, klik Taper untuk mengaplikasikan modifer ini ke bola yang akan dijadikan buah apel

Pada rollout Parameters > area Taper, sesuaikan Amount parameter lalu perhatikan efek yang terjadi di dalam viewports.

Pada panel Modifier > rollout Modifier Stack, klik Edit Stack.

Di dalam kotak dialog Edit Modifier Stack, pilih Collapse All.
Klik Yes pada kotak pesan warning lalu klik OK.

Di dalam rollout Modifier Stack, klik tombol Sub-Object untuk mengaktifkan.

Vertex level adalah default dalam daftar Selection Level. Di dalam viewport. Vertex ditampilkan dalam warna biru.

Aktifkan Left Viewport.

Klik Zoom Extents All di dalam viewport navigation controls.

Pada Front atau Left viewport, seret/drag dari luar bola untuk membuat kotak 2 baris vertex dibagian bawah buah apel.

Di ujung sebelah kanan pada main toolbar, isi list tanpa isi dengan text bagian bawah apel lalu tekan ENTER.

Rollout Soft Selection.
Aktifkan Use Soft Selection
Sesuaikan FallOff hingga separuh bagian bawah buah apel berubah warnanya.

Pada panel Modify > rollout Modifiers, klik More.
Pada jendela Modifiers, pilih Displace lalu klik OK.

Pada rollout Parameters > area Image, klik tombol Bitmap yang bertanda None.

Di dalam kotak dialog Select Displacement Image, cari folder lalu file AppleDis.jpg.
Klik Open.

Pada rollout Parameters > area Displacement, klik spinnerrs (tanda panah kecil di sebelah kotak masukan parameter) untuk menambahkan atu mengurangi Strength parameter sedikit.

Spinner dengan nilai minus (-) untuk mendapatkan bagian bawah buah apel yang realistik.

Pada Modify panel. klik tombol More.

Pilih Edit Mesh dari dalam daftar lalu klik OK.

Pada panel Modify > Modifier Stack, aktifkan Sub-Object

Gunakan region-select untuk memilih tiga baris vertek di bagian atas buah apel. Beri nama menjadi "bagian atas apel"

Gulung kebawah ke rollout Soft Selection. Pilih Use Soft Selection. Sesuaikan Falloff = 33

Pada rollout Modifier Stack, klik Edit Stack untuk menampilkan kotak dialog Edit Modifier Stack.
Pilih Displace di dalam stack. Klik Copy.

Di bagian atas stack, pilih Edit Mesh. Klik Paste untuk menambahkan modifier Displacement kedua ke dalam stack.
Displace sekarang berada di sebelah atas Edit Mesh modifier. Klik OK untuk mengakhiri editing.

Pilih Sub-Object > Gizmo.
Geser gizmo sehingga melayang diatas buah apel.
(Gizmo sumbu X, Y, Z berwarna kuning).

Pada rollout Parameters untuk Displace, tambahkan Strength parameter menjadi= 8. Sesuaikan Decay parameter untuk membentuk permukaan bagian.

Jika ingin kembali ke stack untuk menyesuaikan nilai Soft Selection, aktifkan Show End Result On/Off Toggle.

Jika telah selesai, matikan tombol Sub-Object.

Buka Display panel lalu klik Unhide All.

Pada vieport navigation controls, klik Zoom Extents All.

Keluar dari Exit Isolation dengan menekant tombol pada jendela Isolated.

Pada Front Viewport, buat region-zoom disekitar buah jeruk dan apel sehingga terlihat dengan jelas.

Putar dan sesuaikan posisi buah apel menggunakan icon Select and Rotate.

Pastikan animasi yang dibuat pertemuan selanjutnya masih ada dengan menekan tombol Play.

Pilih menu Renderring > Render
Tandai Active Tiem Segment: 0 To 100 atau Range; 0 To 100.
Pilih tombol 640x480
Pilih tombol Files...
(Beri nama masing-masing)
Pastikan formatnya adalah *.avi, lalu klik tombol Save.
Pastikan Viewport: adalah Camera01, lalu tekan tombol Render.

Simpan pekerjaan dengan nama masing-masing, pastikan format penyimpanan adalah *.max


Buka aplikasi 3D
Buka pekerjaan terakhir yang dikerjakan.

Pada Front viewport, pilih buah jeruk.

Pada panel Modify > Rollout Parameters. kurangi diameter buah jeruk sehingga tersedia ruang yang cukup untuk buah satu lagi.
Ganti menjadri Radius = 30

Klik-kanan pada buah jeruk lalu pilih Move.

Pindahkan buah jeruk ke kiri lalu ke bawah sehingga berad di sebelah kiri slab, sediakan ruang untuk buah satu lagi.

Di dalam Top viewport, perbesar gambar hingga slab memenuhi vieport.

Tekan SHIFT

Pada Camera viewport, pilih lalu geser buah jeruk ke kanan.

Pada jendela Clone Options ketik apple pada bagian Name:
Klik OK untuk melengkapi proses copy.

Tekan M untuk membuka Material Editor.
Perbesar sampel area dengan klik-kanan pada sample slot. Pilih 5x3

Pilih Sample material yang masih kosong (contoh Material #3)
Pada Rollout Blinn Basic Parameters pilih tombol abu-abu disebelah Diffuse:
Pada Material/Map Browser pilih Bitmap dan klik OK.
Cari folder dengan file AppleTex.jpg lalu klik Open.

Dari material Editor klik drag atau klik icon Assign material to Selection jika objek buah hasil duplikat terpilih.
Cek material dengan menekan tombol F9.

Pilih buah apel
Buka Displah panel lalu klik Hide Unselected.

Pada viewport navigation controls, klik Zoom Extents All.

Tekan CTRL+klik kanan pada object lalu pilih Isolate Tool.

Pada tab Modifiers, klik Taper untuk mengaplikasikan modifer ini ke bola yang akan dijadikan buah apel

Pada rollout Parameters > area Taper, sesuaikan Amount parameter lalu perhatikan efek yang terjadi di dalam viewports.

Pada panel Modifier > rollout Modifier Stack, klik Edit Stack.

Di dalam kotak dialog Edit Modifier Stack, pilih Collapse All.
Klik Yes pada kotak pesan warning lalu klik OK.

Di dalam rollout Modifier Stack, klik tombol Sub-Object untuk mengaktifkan.

Vertex level adalah default dalam daftar Selection Level. Di dalam viewport. Vertex ditampilkan dalam warna biru.

Aktifkan Left Viewport.

Klik Zoom Extents All di dalam viewport navigation controls.

Pada Front atau Left viewport, seret/drag dari luar bola untuk membuat kotak 2 baris vertex dibagian bawah buah apel.

Di ujung sebelah kanan pada main toolbar, isi list tanpa isi dengan text bagian bawah apel lalu tekan ENTER.

Rollout Soft Selection.
Aktifkan Use Soft Selection
Sesuaikan FallOff hingga separuh bagian bawah buah apel berubah warnanya.

Pada panel Modify > rollout Modifiers, klik More.
Pada jendela Modifiers, pilih Displace lalu klik OK.

Pada rollout Parameters > area Image, klik tombol Bitmap yang bertanda None.

Di dalam kotak dialog Select Displacement Image, cari folder lalu file AppleDis.jpg.
Klik Open.

Pada rollout Parameters > area Displacement, klik spinnerrs (tanda panah kecil di sebelah kotak masukan parameter) untuk menambahkan atu mengurangi Strength parameter sedikit.

Spinner dengan nilai minus (-) untuk mendapatkan bagian bawah buah apel yang realistik.

Pada Modify panel. klik tombol More.

Pilih Edit Mesh dari dalam daftar lalu klik OK.

Pada panel Modify > Modifier Stack, aktifkan Sub-Object

Gunakan region-select untuk memilih tiga baris vertek di bagian atas buah apel. Beri nama menjadi "bagian atas apel"

Gulung kebawah ke rollout Soft Selection. Pilih Use Soft Selection. Sesuaikan Falloff = 33

Pada rollout Modifier Stack, klik Edit Stack untuk menampilkan kotak dialog Edit Modifier Stack.
Pilih Displace di dalam stack. Klik Copy.

Di bagian atas stack, pilih Edit Mesh. Klik Paste untuk menambahkan modifier Displacement kedua ke dalam stack.
Displace sekarang berada di sebelah atas Edit Mesh modifier. Klik OK untuk mengakhiri editing.

Pilih Sub-Object > Gizmo.
Geser gizmo sehingga melayang diatas buah apel.
(Gizmo sumbu X, Y, Z berwarna kuning).

Pada rollout Parameters untuk Displace, tambahkan Strength parameter menjadi= 8. Sesuaikan Decay parameter untuk membentuk permukaan bagian.

Jika ingin kembali ke stack untuk menyesuaikan nilai Soft Selection, aktifkan Show End Result On/Off Toggle.

Jika telah selesai, matikan tombol Sub-Object.

Buka Display panel lalu klik Unhide All.

Pada vieport navigation controls, klik Zoom Extents All.

Keluar dari Exit Isolation dengan menekant tombol pada jendela Isolated.

Pada Front Viewport, buat region-zoom disekitar buah jeruk dan apel sehingga terlihat dengan jelas.

Putar dan sesuaikan posisi buah apel menggunakan icon Select and Rotate.

Pastikan animasi yang dibuat pertemuan selanjutnya masih ada dengan menekan tombol Play.

Pilih menu Renderring > Render
Tandai Active Tiem Segment: 0 To 100 atau Range; 0 To 100.
Pilih tombol 640x480
Pilih tombol Files...
(Beri nama masing-masing)
Pastikan formatnya adalah *.avi, lalu klik tombol Save.
Pastikan Viewport: adalah Camera01, lalu tekan tombol Render.

Simpan pekerjaan dengan nama masing-masing, pastikan format penyimpanan adalah *.max

;;

By :
Free Blog Templates